05 Oktober 2012

AYO BERSATU, BERGERAK, TEGAKKAN KHILAFAH

1 2 3 4 5

20 April 2012

Bom Waktu Kenaikan Harga BBM


Simbol Satanisme di Simbol Daur Ulang

Recycling
Suara Pembebasan. Tahukah anda siapa yang mendesain logo Daur Ulang (Recycling Symbol)? Sebuah logo dengan bentuk dasar segitiga dengan tiga buah panah yang menuju searah jarum jam ini begitu popular. Dapat kita temukan pada produk-produk industri maupun kemasannya. Tapi mungkin sebagian besar dari kita tidak pernah tahu sejarah dan makna logo tsb. Sebagaimana ketidak-tahuan dan ketidak-pedulian kita terhadap kelestarian lingkungan. 

 Sebuah kompetisi desain logo diadakan sebagai respon terhadap keprihatinan masyarakat dunia terhadap isu-isu lingkungan hidup. Keperihatinan memunculkan momennya pada Earth Day (Hari Bumi) 22 April 1970 yang dipusatkan di Amerika Serikat. Kompetisi diadakan di Aspen (Colorado-USA) yang disponsori oleh The Container Coorporation of America –sebuah perusahaan kertas kardus. Diikuti oleh lebih 500 peserta dan dimenangkan oleh seorang mahasiswa arsitektur University of Sothern California berumur 23 tahun bernama Gary Dean Anderson. Pemuda ini mendapatkan hadiah beasiswa sebesar US $ 2.500.

Pemenang lainnya adalah Mike Norcia dari New York dan Janet McElmurry dari University of Georgia , bersama 20 pemenang hadiah hiburan lainnya. Gary Dean Anderson dilahirkan di Honolulu–Hawai tahun 1947. Berhasil lulus sebagai sarjana Arsitektur dengan predikat magna cum laude pada tahun 1970, dan diikuti dengan gelar Master Desain Urban di universitas yang sama setahun kemudian. Dengan berbekal hadiah beasiswa yang diperolehnya -Gary kembali kuliah di Univesity of Stockholm (Swedia) program Ilmu Sosial yang mempelajari hubungan interaksi sosial dengan ruang fisik. Setelah lulus Gary Dean Anderson bekerja sebagai pemimpin Departemen Perencanaan di Saudi Arabian University dan sekaligus sebagai peneliti di John Hopkins University –tempat dimana ia mendapatkan gelar PhD di bidang geografi dan rekayasa lingkungan di tahun 1985. Di tahun yang sama Gary memutuskan untuk bekerja di STV Inc. –sebuah perusahaan rekayasa arsitektur dan perencanaan di Baltimore-Maryland. Beliau didaulat untuk menjadi Vice President dan Manager Teknik bagi 12 anggota Departemen Perencanaan selama 18 tahun. 

Akhirnya pada tahun 2004 Gary me-lengser-kan diri untuk menjadi Vice President di The Enviromental Company (TEC Inc.) di kota Annapolis-Maryland, sebuah perusahaan yang menyediakan jasa konsultan perencanaan arsitektur dan rekayasa lingkungan. Gary Dean Anderson lahir dari keluarga biasa dan dibesarkan di North Vegas–Nevada era tahun 1950-an. Seperti umumnya keluarga-keluaga Amerika pada saat itu yang beberapa kali didera oleh krisis ekonomi seperti Great Depression 1930-an dan pasca PD II 1940-an. Sehingga memaksa mereka untuk lebih ekonomis dalam kehidupan sehari-hari. 

Ibunya Gary terbiasa menggunakan koran atau kertas bekas atau plastic belanjaan untuk digunakan kembali, ayahnya selalu memperbaiki furniture lama tanpa membeli yang baru, dah hal-hal lainnya yang berkenaan dengan mendaur-ulang (re-cycle) dan mengguna-ulang (re-use) barang-barang rumah tangga. Mereka melakukan itu jauh sebelum ada gerakan daur ulang seperti saat ini, walaupun hanya karena motif ekonomi tanpa berdasarkan kesadaran lingkungan. Mungkin alasan yang sama dilakukan oleh sedikit kaum tani Indonesia ketika menggunakan pupuk organik seperti kompos, akibat meroketnya harga pupuk NPK di pasaran karena berkurangnya subsidi oleh pemerintah. Perhatikanlah baik-baik Symbol Daur Ulang tersebut. Maka anda akan menemukan 2 symbol utama Zionis Yahudi. Yaitu Symbol Segitiga Piramida Zion dan Symbol Bintang David. [GP]

Rokok, Konspirasi Picik dan Kejam Ala Yahudi

Bahaya
Suara Pembebasan. Yahudi adalah bangsa yang picik lagi jahat. Di tengah Yahudi menjadi aktor produsen asap mematikan itu, namun di saat itu pula mereka mengutuk penggunaan (bahkan melarangnya) di negeri mereka sendiri. Perlu dicatat, Philip Morris, pabrik rokok terbesar di Amerika menyumbangkan 12% dari keuntungan bersihnya ke Israel. Saat ini jumlah perokok di seluruh dunia mencapai angka 1,15 milyar orang, jika 400 juta diantaranya adalah perokok Muslim, berarti umat muslim menyumbang 35% dari jumlah perokok dunia. Laba yang diraih oleh produsen rokok bermerek Marlboro, Merit, Benson, L&M itu setiap bungkusnya pun mencapai 10%. DR. Stephen Carr Leon yang pernah meneliti tentang pengembangan kualitas hidup orang Israel atau orang Yahudi. Mereka memiliki hasil penelitian dari ahli peneliti tentang Genetika dan DNA yang meyakinkan bahwa NIKOTIN akan merusak sel utama yang ada di otak manusia yang dampaknya tidak hanya kepada si perokok akan tetapi juga akan mempengaruhi “gen” atau keturunannya. Pengaruh yang utama adalah dapat membuat orang dan keturunannya menjadi “bodoh”atau “dungu”. Jadi sekali lagi, jika penghasil rokok terbesar di dunia ini adalah orang Yahudi ! Tetapi yang merokok, bukan orang Yahudi. Ironis sekali. Siapakah yang kemudian menjadi konsumen asap-asap rokok buatan Negara Zionis itu? Anda, teman anda, orangtua anda, atau anak kita? Hanya kita yang bisa menjawab. 1. Sebatang rokok mengandung 4.000 (empat ribu) zat / bahan kimia berbahaya bagi kesehatan tubuh manusia, diantaranya: aceton, zat penghapus cat hydrogen cianide, racun untuk hukuman mati methanol, bahan bakar roket ammonia, dimethrilnitrosamine, pembersih lantai nepthalene, kapur barus toluene, pelarut industri polonium, bahan bakar korek api arsenic, racun mematikan serangga cadmium, bahan aki mobil carbon monoxide dan bhutane, gas beracun dari knalpot 2. Ada 24 penyakit fatal akibat merokok: Rokok merupakan salah satu penyebab utama serangan jantung. Kematian seorang perokok akibat penyakit jantung lebih banyak dibanding kematian akibat kanker paru-paru. Bahkan rokok rendah tar atau rendah nikotin tidak akan mengurangi risiko penyakit jantung. Karena beberapa dari rokok-rokok yang menggunakan filter meningkatkan jumlah karbon monoksida yang dihirup, yang membuat rokok tersebut bahkan lebih buruk untuk jantung daripada rokok yang tidak menggunakan filter. Nikotin yang dikandung dalam sebatang rokok bisa membuat jantung perokok berdebar lebih cepat dan meningkatkan kebutuhan tubuh perokok akan oksigen. Asap rokok juga mengandung karbon monoksida yang beracun. Zat beracun ini berjalan menuju aliran darah dan sebenarnya menghalangi aliran oksigen ke jantung dan ke organ-organ penting lainnya. Nikotin dapat mempersempit pembuluh darah sehingga lebih memperlambat lagi aliran oksigen. Itu sebabnya para perokok memiliki risiko terkena penyakit jantung yang sangat tinggi. Nikotin yang terhisap kedalam tubuh manusia akan merusak jaringan sel tubuh, termasuk yang paling rentan adalah sel otak. Seorang bapak perokok dipastikan akan mempunyai anak / keturunan yang rendah tingkat kecerdasannya (bodoh) karena sel otaknya telah tercemari racun rokok sejak dalam kandungan. Sebenarnya dengan pemasangan iklan rokok di berbagai Media dan sebagainya sudahlah tidak mengherankan untuk negeri kita ini, rokok menjadi raja industri yang bisa melakukan apa saja, bahkan saat banyak yang setuju dengan pelarangan rokok di Indonesia ternyata ada juga yang berpendapat “Indonesia Super League” tidak akan ada tanpa rokok. Sedemikian parahnya rokok “menguasai” Indonesia, sehingga ketergantungan pemerintahpun begitu tinggi terhadap pajak, bea cukai yang dihasilkan dari rokok ini. Coba kita melihat ke dua Negara yang dapat disebut memiliki tingkat kecerdasan yang tinggi, Israel misalnya? Dan tentunya Singapura yang menjadi tangan kanan Israel di Asia tenggara saat ini, bukan rahasia lagi jika Singapura merupakan Negara yang sangat dekat dengan Amerika dan Israel. Di Israel, merokok itu tabu! Mereka memiliki hasil penelitian dari ahli peneliti tentang Genetika dan DNA yang meyakinkan bahwa NIKOTIN akan merusak sel utama yang ada di dalam otak manusia yang dampaknya tidak hanya kepada si perokok akan tetapi juga akan mempengaruhi “gen” atau keturunannya. Pengaruh yang utama adalah dapat membuat orang dan keturunannya menjadi “bodoh” atau “dungu”. Walaupun, kalau kita perhatikan, maka penghasil rokok terbesar di Dunia saat ini adalah orang Yahudi! Tetapi yang merokok, bukan orang Yahudi. Mengapa? Inilah yang menjadi Agenda tersembunyi dari Kaum Zionis, masyarakat Non Yahudi di biarkan merokok dengan sepuas-puasnya, sedangkan mereka sebagai produsen rokok tidak memakainya, karena selain mereka tahu bahwa di dalamnya terdapat zat yang merusak sel-sel otak atau kebodohan , selain itu untuk merusak generasi non Yahudi. Berdasarkan terjemahan H. Maaruf Bin Hj Abdul Kadir (guru besar berkebangsaan Malaysia) dari Universitas Massachuset USA tentang penelitian yang dilakukan Dr, Stephen Carr Leon. Penelitian DR Leon ini adalah tentang pengembangan kualitas hidup orang Israel atau orang Yahudi dengan meningkatkan konsumsi gizi serta larangan merokok, sedangkan upaya mengkerdilkan bangsa non Yahudi, makanan-makanan perusak termasuk di dalamnya rokok sengaja diciptakan. Di Indonesia, fenomenanya lebih sadis lagi. Rokok bukan saja lekat kepada lelaki dewasa, namun wanita, remaja, hingga ulama. Masih ingat dalam benak awak media, ucapan KH. Kholil Ridwan dalam deklarasi MIUMI baru-baru ini. Beliau mengatakan ada dua jenis ulama di Indonesia, ulama yang tidak merokok dan ulama yang merokok. Bahkan untuk menentukan fatwa haram rokok di Indonesia masih terjadi silang sengketa. Negara Singapura sebagai Negara dengan yang memiliki komunitas Yahudi terbesar di Asia Tenggara, di Singapura para perokok diberlakukan sebagai warga negara kelas dua, Semua yang berhubungan dengan perokok akan dipersulit oleh pemerintahnya. Harga rokok 1 pak di Singapura adalah 7 US Dollar bandingkan dengan Indonesia yang hanya berharga 70 sen US Dollar. Pemerintah Singapura menganut apa yang telah dilakukan oleh peneliti Israel, bahwa nikotin hanya akan menghasilkan generasai yang “Bodoh” dan “Dungu”. Dengan mempertahankan ‘cultur” atau “habbit” merokok, apakah memang kita ingin melahirkan generasi “Bodoh” dan “Dungu” kelak? Atau sadarkah kita bahwa kita sedang terperangkap dalam grand design Pembodohan dan Pedunguan dengan mendewa-dewakan rokok tersebut? Semoga kita semakin sadar bahwa generasi kita kelak dalam ancaman rusaknya moral karena kebodohan dan kedunguan yang sedang diciptakan. STOP MEROKOK! [GP]